Rabu, 28 Desember 2016

Kamis, 22 Desember 2016

Wisata Alam Sindhumoyo Sunrise Temanggung

Hallo warga Temanggung dan sekitarnya, setelah kemarin bahas Pesona Curug Surodipo. Kali ini aku akan bahas wisata Sindhumoyo yang Terbaru yang masih Sepi spot sunrise nya bagus pokoknya Recomended buat selfie dan camping. Pertama aku udah Planning buat datang ke Sindhumoyo dua minggu sebelumnya, nah yang paling sulit adalah cari teman buat diajakin liat sunrise, duh nasib jomblowan :v. begitu hari semakin dekat buat berkunjung tak ada satupun teman yang mau diajakin. Aku berpikir kenapa harus temen yang harus diajak? selanjutntya aku menghubungi Saudara ku dan akhirnya dia mau. yeaay ada temen. nihh saya kasih bocoran dikit, kalau tak ajak main pasti gak bakal lupa gue kasih jepretan ala Fotografer walaupun aku

Selasa, 20 Desember 2016

Kenapa Harus Cinta Masjid?


Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah SAW. Karena itu, pada saat singgah di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Quba, bahkan ketika sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Nabawi.

Rasulullah menyatakan pula bahwa kedudukan tinggi akan diraih oleh orang-orang yang memiliki perhatian terhadap masjid. Orang yang membangun masjid di dunia misalnya, akan dibangunkan istana di dalam surga. Begitu pula dinyatakan bahwa yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. (QS. At Taubah: 18).

Contoh Program Kegiatan Masjid

Masjid yang semarak dapat dilhat salah satunya adalah dengan berbagai aktivitas kegiatan yang ramai, baik ramai dari ragam jenis kegiatannya atau ramai dengan jammah yang antusias mengikuti berbagai kegiatam yang diselenggarakan oleh Masjid tersebut.
Merumuskan program kegiatan merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh pengurus Masjid dengan melibatkan jamaah tentunya.  Mengapa suatu keharusan? Karena dengan merumuskan program kegiatan maka dapat memudahkan pengurus dan jamaah dalam melkukan berbagai kegiatan yang sudah tersusun dengan rapi dan kegiatan tersebut dapat dipersiapkan dengan baik sehingga hasil dari kegiatan tersebut dapat berjalan dengan maksimal dan bermanfaat buat jamaah dan ummat Islam tentunya.  Dan mengapa harus melibatkan jamaah?  Karena program yang baik adalah program kegiatan yang memamng sesuai dengan kebutuhan jamaah, sehingga jamaah akan merasa memiliki program kegiatan tersebut.  Dengan demikan peran serta dan antusias jamaahpun akan lebih besar sehingga semuanya akan terlibat dalam

Cara Mengelola Organisasi Remaja Masjid

Mengelola masjid pada saat ini memerlukan ilmu dan keterampilan manajeman. Berbagai metode menajemen modern yang ada saat ini merupakan alat bantu yang perlu dipergunakan oleh pengurus masjid. Pengurus masjid harus mampu menyesuaikan diri dengan riak perkembangan zaman. Tak ada alasan untuk mengelak. Sebab, bukan saatnya lagi pengurus masjid mengandalkan sistem pengelolaan tradisional, yang tanpa kejelasan perencanaan, tanpa pembagian tugas, tanpa laporan pertanggunganjawaban, dan sebagainya.
Dengan sistem pengelolalan yang tradisional, masjid tak mungkin berkembang. Bukannya maju, mereka malah akan tercecer dan makin lama makin jauh tertinggal bahkan tergilas oleh perputaran zaman. Kegiatannya akan sulit mendapat dukungan dan simpati masyarakat sekitar. Di sinilah pentingnya mempelajari ilmu manajemen modern, atau sekurang-kurangnya menerapkan manajemen praktis dalam

Selasa, 13 Desember 2016

MENGOPTIMALKAN FUNGSI DAN PERAN MASJID PADA ERA MODERN



"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. At Taubah (9) ayat 18)

PENGERTIAN MASJID
Masjid berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Pada waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah). Setelah di Madinah Rasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjama’ah dan melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Pada perkembangannya disebut dengan Masjid Nabawi.

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI MASJID


Sekarang ini kesadaran jamaah masjid akan pentingnya peran pengurus dalam pemakmuran masjid semakin besar. Hal ini karena, manakala masjid hendak difungsikan sebagai pusat pembinaan umat, sudah tidak mungkin lagi kalau kepengurusan masjid ditangani oleh hanya satu atau dua orang. Diperlukan tenaga kepengurusan yang jumlahnya cukup dan kualitasnya memadai. Personil pengurus masjid itu selanjutnya harus menjalin kerjasama (amal jama'i) yang baik agar terwujud kemakmuran masjid yang diidam-idamkan dan terbina jamaahnya hingga menjelma menjadi masyarakat yang Islami.

Kepengurusan masjid tidak mungkin bisa berjalan dengan baik kalau hanya diurus oleh satu atau dua orang. Ini berarti, pada masjid-masjid kita harus ada kepengurusan yang diketuai oleh seorang pemimpin yang baik. Pengurus masjid harus memiliki kriteria, paling tidak ada tiga keriteria utama. Pertama, kepribadian yang shaleh, karena masjid berfungsi sebagai pusat pembinaan umat menuju keshalehan jamaahnya. Kedua, wawasan keislaman dan kemasyarakatan yang luas agar dengan demikian pengurus masjid dapat mengarahkan

Senin, 28 November 2016

RINCIAN TUGAS POKOK PENYULUH AGAMA (BAGIAN 2)



Secara umum tugas pokok Penyuluh Agama adalah melaksanakan dan mengembangkan kegiatan bimbingan/penyuluhan Agama dan pembangunan melalui bahasa Agama.

Sedangkan secara lebih rinci, masing-masing Penyuluh memiliki tugas sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana di atur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 516 Tahun 2003 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam dan Angka Kreditnya, dengan Jenjang :

A. Penyuluh Agama Ahli  :
1.      Penyuluh Agama Ahli Madya (IV/d, IV/c, IV/a) =34 butir tugas
2.      Penyuluh Agama Ahli Muda (III/d, III/c) = 32 butir tugas
3.      Penyuluh Agama Ahli Pertana (III/b, III/a) = 18 butir tugas

B. Penyuluh Agama Terampil  :
1.      Penyuluh Agama Terampil Penyelia (III/d, III/c) = 14 butir tugas
2.      Penyuluh Agama Terampil Pelaksana Lanjutan (III/b, III/a) =11 butir tugas
3.      Penyuluh Agama Terampil Pelaksana (II/d, II/c, II/b) = 9 butir tugas

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

D.   PENYULUH AGAMA TERAMPIL PENYELIA :
(Golongan III/d dan III/c)
1.       Menyusun rencana kerja operasional; 0,12
2.       Mengidentifikasi kebutuhan sasaran; 0,07
3.       Menyusun konsep program; 0,09
4.       Membahas konsep program sebagai penyaji; 0,06
5.       Merumuskan program kerja; 0,06
6.       Menyusun konsep tertulis materi bimbingan/ penyuluhan dalam bentuk naskah; 0,1
7.       Melaksanakan bimbingan atau penyuluhan tatap muka kepada masyarakat pedesaan; 0,07
8.       Melaksanakan bimbingan atau penyuluhan melalui pentas pertunjukan sebagai pemain; 0,04
9.       Menyusun laporan mingguan pelaksanaan bimbingan atau penyuluhan; 0,04
10.   Melaksanakan konsultasi secara perorangan; 0,02
11.   Melaksanakan konsultasi secara kelompok; 0,16
12.   Menyusun laporan hasil konsultasi perorangan/kelompok; 0,02
13.   Mengumpulkan bahan untuk penyusunan petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis bimbingan atau penyuluhan; 0,18
14.   Mengolah dan menganalisis data untuk penyusunan petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis bimbingan atau penyuluhan. 15

E.  PENYULUH AGAMA TERAMPIL LANJUTAN  :
     ( Golongan III/b dan III/a )

RINCIAN TUGAS POKOK PENYULUH AGAMA


RINCIAN TUGAS POKOK PENYULUH AGAMA ( BAGIAN 1)
Secara umum tugas pokok Penyuluh Agama adalah melaksanakan dan mengembangkan kegiatan bimbingan/penyuluhan Agama dan pembangunan melalui bahasa Agama.

Sedangkan secara lebih rinci, masing-masing Penyuluh memiliki tugas sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana di atur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 516 Tahun 2003 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam dan Angka Kreditnya, dengan Jenjang :

A. Penyuluh Agama Ahli  :
1.      Penyuluh Agama Ahli Madya (IV/d, IV/c, IV/a) =34 butir tugas
2.      Penyuluh Agama Ahli Muda (III/d, III/c) = 32 butir tugas
3.      Penyuluh Agama Ahli Pertana (III/b, III/a) = 18 butir tugas

B. Penyuluh Agama Terampil  :
1.      Penyuluh Agama Terampil Penyelia (III/d, III/c) = 14 butir tugas
2.      Penyuluh Agama Terampil Pelaksana Lanjutan (III/b, III/a) =11 butir tugas
3.      Penyuluh Agama Terampil Pelaksana (II/d, II/c, II/b) = 9 butir tugas

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Minggu, 20 November 2016

CIRI-CIRI KARAKTER PEMIMPIN YANG IDEAL DAN YANG TIDAK IDEAL

Manusia adalah makhluk sosial yang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan menjadi pemimpin bagi orang lain. Menjadi pemimpin berarti menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab lebih dalam hidup.
7 Karakter Utama Pemimpin Ideal adalah deskripsi yang menjelaskan tentang point-point yang harus dimiliki seorang pemimpin. Baik secara sempit maupun luas, seorang pemimpin tentunya perlu mengetahui dan memiliki sifat dari 7 karakter utama pemimpin ideal.
Seorang pemimpin adalah individu dengan jiwa yang terlatih dan mampu melatih individu-individu lain untuk mewujudkan visi yang bersifat seragam. Seorang pemimpin diharuskan mampu melibatkan diri dalam unsur keberagaman sifat anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu membawa misi kelompoknya ke arah yang baik dan tetap teguh merangkul semua anggota kelompok.

Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang Cerdas

CONTOH DOA WALIMAH


Iftitah


بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَـيْـنَكُمَا فِي الْخَيْرِ
اَللهُمَّ أَلِفْ بَيْنَ ................وَ................... كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ أَدَمْ  وَحَوَاءَ
وَأَلِفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِدِنَا مُحَمَّدْ صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَخَدِيْـجَةَ الْكُبْرَىْ وَأَلِفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِدِنَا عَلِيٍ  وَسَيِدَتِنَا
فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَأَلِفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ يُوْسُفَ وَزُلَيْخَا وَأَلِفْ
بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمدُ
لِلَّهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
   

Selasa, 08 November 2016

PENINGKATAN KAPASITAS PEGAWAI KECAMATAN

Kebersamaan yang luar biasa, saat itu saya sebenarnya sudah di tugaskan di kecamatan lain (01 Januari 2016), akan tetapi saya menghormati yang mengundang kami. Terima kasih bapak Budi Santosa, Camat Danurejan Kota Yogyakarta. Dieng, sebuah tempat yang tidak mudah di lupakan. karena pada saat itu kami bisa sharing dan berbagi motivasi hidup dengan sesama. sukses selalu buat semua saja, semoga keakraban dan kebersamaan akan abadi di alam sana. aamiin.

Senin, 07 November 2016

Pintu-pintu Surga

Di dalam surga juga ada pintu-pintu sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.
وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا حتى إذا جاءوها وفتحت أبوابها وقال لهم خزنتها سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan, sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya."(QS. Az-zumar: 73)
Sedangkan di dalam hadits shahih Bukhari disebutkan bahwa jumlah pintunya ada 8 buah.
Dari Sahal bin Saad ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Di surga ada 8 pintu. salah satunya pintu yang disebut Ar-Rayyan yang tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa" (HR Bukhari)