Senin, 03 April 2017

(Opini) Ketika Penyuluh "Satu Keluarga" dengan KUA

Thobib Al Asyhar
Bukan rahasia lagi kalau Penyuluh Agama Islam (PAI) sebelum terbit PMA Nomor 34 Tahun 2016 merasakan kegalauan. Mereka merasa kurang nyaman, kurang mendapat tempat di lingkungan KUA. Ada yang bilang seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Secara lahir hidup bersama, tetapi secara batin terpisah. Berkantor di KUA dengan wilayah kerja kecamatan, tapi seluruh pertanggungjawaban tugas dan fungsinya kepada Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten/Kota, bukan kepada Kepala KUA secara langsung. Akibatnya, banyak penyuluh yang merasa tidak maksimal mengartikulasikan potensi dirinya.

Fasilitas yang diberikan negara kepada penyuluh dan penghulu juga berbeda, meski keduanya sama-sama pemangku jabatan fungsional yang berkantor di KUA. Selain mendapat uang transport, penghulu juga disangoni sebagai imbal jasa profesi saat memberikan layanan pencatatan dan khutbah nikah di luar kantor jam kerja.

Selasa, 07 Maret 2017

*K E C E L I K*

KH. Saerozi bercerita soal tiga orang yang *_kecelik_*.
_Kecelik_ adalah istilah Jawa yang digunakan utk mengungkapkan sesuatu yang sangat diharapkan, akan tetapi hasilnya mengecewakan.

*1. KECELIK YG PERTAMA*
*_Orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane ... iku kecelik_*.
"Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.

’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, *_Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_* ... Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.

Rabu, 25 Januari 2017

MENJAGA HAK ALLAH

Bismillah…
Ketika sedang transfer data di laptop teman, tiba-tiba menemukan uraian hadist di sticky note desktop yang sangat memukul batinku, hiks. Rasanya penyakit ini sering kualami dan membuatku sering merasa useless usai menghabiskan satu hari perjalanan hidupku.

Sabda Rasulullah :
Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya sibuk memikirkan urusan dunia, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit yaitu :
1. kebingungan dan kesedihan yang tiada putus-putusnya
2. kesibukan yang tak pernah ada habisnya
3. kebutuhan yang tidak terpenuhi
4. khayalan dan cita-cita yang tidak pernah tercapai
( HR Imam Thabrani )

Selasa, 24 Januari 2017

UNTAIAN KATA

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali

ZAKAT SALAH SATU SOLUSI ILLAHI

Saat ini, kala Indonesia yang menurut statistik lebih dari 85% umat Islam, namun pada kenyataannya lebih dari 20% masih terpuruk dalam ketiadaan akibat krisis yang berkepanjangan ditambah lagi dengan bencana melanda diseantero bumi Indonesia. Memang sungguh ironis, bukan karena pemerintah tidak peduli terhadap kaum dhu'afa, banyak yang sudah dikucurkan kepada mereka, dalam berbagai program, demikian pula bantuan para pribadi kaum muslimin, namun bagaikan menabur air di padang pasir seolah tidak berbekas.

Zakat berasal dari kata dasar zaka artinya suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang. Menurut terminologi syari'at (istilah), zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak dengan persyaratan tertentu pula. Kaitan antara bahasa dan istilah sangat erat yaitu setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi

PENDIDIKAN ANAK

Sebagai orang tua kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik pada anak-anak kita. Dan hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, memilihkan sekolah yang baik buat anak-anak kita.

Saat memasukan anak-anak kita ke playgroup berbeda dengan TK, karena yang diutamakan adalah beradaptasi/sosialisasi dengan teman sebayanya disamping ada tujuan lain diantaranya :

DOA SHOLAT TAHAJJUD

Astaghfirullaahal’azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyulqayyuumu wa atuubu ilaih. Allaahumma annta rabbi laa ilaaha illaa annta, khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika minsyarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alyya wa abuu’u bidzambii, faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudzdzunuuba illaa annta.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanatawwafil’aakhirati hasanatawwaqinaa ‘adzaabannaar.
Allahumma lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq. Allaahumma laka aslamtu wa bika aamanntu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta wa laa ilaaha ghairuka wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Rabu, 28 Desember 2016

Kamis, 22 Desember 2016

Wisata Alam Sindhumoyo Sunrise Temanggung

Hallo warga Temanggung dan sekitarnya, setelah kemarin bahas Pesona Curug Surodipo. Kali ini aku akan bahas wisata Sindhumoyo yang Terbaru yang masih Sepi spot sunrise nya bagus pokoknya Recomended buat selfie dan camping. Pertama aku udah Planning buat datang ke Sindhumoyo dua minggu sebelumnya, nah yang paling sulit adalah cari teman buat diajakin liat sunrise, duh nasib jomblowan :v. begitu hari semakin dekat buat berkunjung tak ada satupun teman yang mau diajakin. Aku berpikir kenapa harus temen yang harus diajak? selanjutntya aku menghubungi Saudara ku dan akhirnya dia mau. yeaay ada temen. nihh saya kasih bocoran dikit, kalau tak ajak main pasti gak bakal lupa gue kasih jepretan ala Fotografer walaupun aku

Selasa, 20 Desember 2016

Kenapa Harus Cinta Masjid?


Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah SAW. Karena itu, pada saat singgah di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Quba, bahkan ketika sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Nabawi.

Rasulullah menyatakan pula bahwa kedudukan tinggi akan diraih oleh orang-orang yang memiliki perhatian terhadap masjid. Orang yang membangun masjid di dunia misalnya, akan dibangunkan istana di dalam surga. Begitu pula dinyatakan bahwa yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. (QS. At Taubah: 18).

Contoh Program Kegiatan Masjid

Masjid yang semarak dapat dilhat salah satunya adalah dengan berbagai aktivitas kegiatan yang ramai, baik ramai dari ragam jenis kegiatannya atau ramai dengan jammah yang antusias mengikuti berbagai kegiatam yang diselenggarakan oleh Masjid tersebut.
Merumuskan program kegiatan merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh pengurus Masjid dengan melibatkan jamaah tentunya.  Mengapa suatu keharusan? Karena dengan merumuskan program kegiatan maka dapat memudahkan pengurus dan jamaah dalam melkukan berbagai kegiatan yang sudah tersusun dengan rapi dan kegiatan tersebut dapat dipersiapkan dengan baik sehingga hasil dari kegiatan tersebut dapat berjalan dengan maksimal dan bermanfaat buat jamaah dan ummat Islam tentunya.  Dan mengapa harus melibatkan jamaah?  Karena program yang baik adalah program kegiatan yang memamng sesuai dengan kebutuhan jamaah, sehingga jamaah akan merasa memiliki program kegiatan tersebut.  Dengan demikan peran serta dan antusias jamaahpun akan lebih besar sehingga semuanya akan terlibat dalam

Cara Mengelola Organisasi Remaja Masjid

Mengelola masjid pada saat ini memerlukan ilmu dan keterampilan manajeman. Berbagai metode menajemen modern yang ada saat ini merupakan alat bantu yang perlu dipergunakan oleh pengurus masjid. Pengurus masjid harus mampu menyesuaikan diri dengan riak perkembangan zaman. Tak ada alasan untuk mengelak. Sebab, bukan saatnya lagi pengurus masjid mengandalkan sistem pengelolaan tradisional, yang tanpa kejelasan perencanaan, tanpa pembagian tugas, tanpa laporan pertanggunganjawaban, dan sebagainya.
Dengan sistem pengelolalan yang tradisional, masjid tak mungkin berkembang. Bukannya maju, mereka malah akan tercecer dan makin lama makin jauh tertinggal bahkan tergilas oleh perputaran zaman. Kegiatannya akan sulit mendapat dukungan dan simpati masyarakat sekitar. Di sinilah pentingnya mempelajari ilmu manajemen modern, atau sekurang-kurangnya menerapkan manajemen praktis dalam

Selasa, 13 Desember 2016

MENGOPTIMALKAN FUNGSI DAN PERAN MASJID PADA ERA MODERN



"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. At Taubah (9) ayat 18)

PENGERTIAN MASJID
Masjid berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Pada waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah). Setelah di Madinah Rasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjama’ah dan melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Pada perkembangannya disebut dengan Masjid Nabawi.