Rabu, 27 September 2017

Catatan Akhir Bulan



Sekilas perjalanan
Jakarta, 24-26 september 2017

Meninggalkan keluarga dalam tugas negara. Awalnya berat, bagaimana nantinya bila jauh dari keluarga. Siapa yang mengurus, siapa yang mengerjakan pekerjaan rumah, bagaimana nanti, bla bla bla .... ternyata ketakutan itu sirna, kita bisa jalan, Bisa makan, bisa berinteraksi kita yakini bahwa itu semua atas izin Allah SWT.  
Yakin bahwa Allah yang memberikan kesehatan keselamatan dan kekuatan pada hamba-Nya.
Perjalanan diawali di sebuah bandara adi sucipto jogja, 22 personol siap terbang menuju ibukota.



Lanjutnya nanti ... ngantuk

Senin, 25 September 2017

PTSP Kanwil Kemenag DIY

Jakarta, 26 Sep 2017. PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Program menteri agama yang sudah lama sejak 2013, 2016 direspon kepala biro umum untuk mensingkronkan dengan pusat.  Sebagai penyuluh jangan sampai tidak tahu atas kebijakan atasan. 
Kakanwil Kemenag DIY
Implementasi 3 layanana prima,

Penyuluh Agama Islam DIY pentas di Jakarta

Mars Penyuluh Agama


Selasa, 19 September 2017

Penyuluh Agama

A.    Pengertian Penyuluh Agama Islam dan Peranannya.
Penyuluh Agama Islam adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab,wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama Islam dan pembangunan melalui bahasa agama.
Istilah Penyuluh Agama mulai disosialisasikan sejak tahun 1985 yaitu dengan adanya Keputusan Menteri Agama Nomor 791 Tahun 1985 tentang Honorarium bagi Penyuluh Agama. Istilah Penyuluh Agama dipergunakan untuk menggantikan istilah Guru Agama Honorer (GAH) yang dipakai sebelumnya di lingkungan kedinasan Departemen Agama.
Sejak semula Penyuluh Agama merupakan ujung tombak Departemen Agama dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia. Perannya sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan nilai ketaqwaaan umat serta turut mendorong peningkatan kualitas kehidupan umat dalam berbagai bidang baik di bidang keagamaan maupun

Rabu, 23 Agustus 2017

KEUTAMAAN QURBAN

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:


1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

Senin, 05 Juni 2017

Rekaman RRI Pro 4 Jogja




Lailatul Qadar

Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur’an, red), akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.

1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿۳﴾ تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾ [القدر: ١ – ٥]
(yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 – 5]

Puasa enam hari bulan Syawal

Puasa enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan adalah amalan sunnat yang dianjurkan bukan wajib. Seorang muslim dianjurkan mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal. Banyak sekali keutamaan dan pahala yang besar bagi puasa ini. Diantaranya, barangsiapa yang mengerjakannya niscaya dituliskan baginya puasa satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan Ramadhan). Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih dari Abu Ayyub Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

Senin, 03 April 2017

(Opini) Ketika Penyuluh "Satu Keluarga" dengan KUA

Thobib Al Asyhar
Bukan rahasia lagi kalau Penyuluh Agama Islam (PAI) sebelum terbit PMA Nomor 34 Tahun 2016 merasakan kegalauan. Mereka merasa kurang nyaman, kurang mendapat tempat di lingkungan KUA. Ada yang bilang seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Secara lahir hidup bersama, tetapi secara batin terpisah. Berkantor di KUA dengan wilayah kerja kecamatan, tapi seluruh pertanggungjawaban tugas dan fungsinya kepada Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten/Kota, bukan kepada Kepala KUA secara langsung. Akibatnya, banyak penyuluh yang merasa tidak maksimal mengartikulasikan potensi dirinya.

Fasilitas yang diberikan negara kepada penyuluh dan penghulu juga berbeda, meski keduanya sama-sama pemangku jabatan fungsional yang berkantor di KUA. Selain mendapat uang transport, penghulu juga disangoni sebagai imbal jasa profesi saat memberikan layanan pencatatan dan khutbah nikah di luar kantor jam kerja.

Selasa, 07 Maret 2017

*K E C E L I K*

KH. Saerozi bercerita soal tiga orang yang *_kecelik_*.
_Kecelik_ adalah istilah Jawa yang digunakan utk mengungkapkan sesuatu yang sangat diharapkan, akan tetapi hasilnya mengecewakan.

*1. KECELIK YG PERTAMA*
*_Orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane ... iku kecelik_*.
"Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.

’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, *_Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_* ... Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.