Rabu, 04 Oktober 2017
Rabu, 27 September 2017
Catatan Akhir Bulan
Sekilas perjalanan
Jakarta, 24-26 september 2017
Meninggalkan keluarga dalam tugas negara. Awalnya berat, bagaimana nantinya bila jauh dari keluarga. Siapa yang mengurus, siapa yang mengerjakan pekerjaan rumah, bagaimana nanti, bla bla bla .... ternyata ketakutan itu sirna, kita bisa jalan, Bisa makan, bisa berinteraksi kita yakini bahwa itu semua atas izin Allah SWT.
Yakin bahwa Allah yang memberikan kesehatan keselamatan dan kekuatan pada hamba-Nya.
Perjalanan diawali di sebuah bandara adi sucipto jogja, 22 personol siap terbang menuju ibukota.
Lanjutnya nanti ... ngantuk
Senin, 25 September 2017
PTSP Kanwil Kemenag DIY
Sabtu, 23 September 2017
Selasa, 19 September 2017
Penyuluh Agama
A. Pengertian
Penyuluh Agama Islam dan Peranannya.
Penyuluh
Agama Islam adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung
jawab,wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan
kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama Islam dan pembangunan melalui bahasa
agama.
Istilah
Penyuluh Agama mulai disosialisasikan sejak tahun 1985 yaitu dengan adanya
Keputusan Menteri Agama Nomor 791 Tahun 1985 tentang Honorarium bagi Penyuluh
Agama. Istilah Penyuluh Agama dipergunakan untuk menggantikan istilah Guru
Agama Honorer (GAH) yang dipakai sebelumnya di lingkungan kedinasan Departemen
Agama.
Sejak semula
Penyuluh Agama merupakan ujung tombak Departemen Agama dalam melaksanakan
penerangan agama Islam di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat
Indonesia. Perannya sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan
nilai ketaqwaaan umat serta turut mendorong peningkatan kualitas kehidupan umat
dalam berbagai bidang baik di bidang keagamaan maupun
Rabu, 23 Agustus 2017
KEUTAMAAN QURBAN
Sebentar lagi kita akan
kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari
tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk
berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada
hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai
bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata
atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah
menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka
menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah
menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab:
“Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu
kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri
keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW
bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak
berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan
Ibnu Majah]
Senin, 05 Juni 2017
Lailatul Qadar
Keutamaannya
sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim
yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan
dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat
Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda
tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati
malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur’an, red), akan tetapi mereka
bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari
Allah.
Inilah
wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits
Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.
1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Cukuplah
untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui
bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman :
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ
الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿۳﴾ تَنَزَّلُ
الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
﴿٤﴾ سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾ [القدر: ١ – ٥]
(yang
artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada
malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3]
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu
turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk
mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai
terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 – 5]
Puasa enam hari bulan Syawal
Puasa enam hari bulan Syawal selepas
mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan adalah amalan sunnat yang
dianjurkan bukan wajib. Seorang muslim dianjurkan mengerjakan puasa enam
hari bulan Syawal. Banyak sekali keutamaan dan pahala yang besar bagi
puasa ini. Diantaranya, barangsiapa yang mengerjakannya niscaya
dituliskan baginya puasa satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan
Ramadhan).
Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih dari Abu Ayyub
Radhiyallahu
'Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
Senin, 03 April 2017
(Opini) Ketika Penyuluh "Satu Keluarga" dengan KUA
![]() |
| Thobib Al Asyhar |
Fasilitas yang diberikan negara kepada penyuluh dan penghulu juga berbeda, meski keduanya sama-sama pemangku jabatan fungsional yang berkantor di KUA. Selain mendapat uang transport, penghulu juga disangoni sebagai imbal jasa profesi saat memberikan layanan pencatatan dan khutbah nikah di luar kantor jam kerja.
Selasa, 07 Maret 2017
*K E C E L I K*
KH. Saerozi bercerita soal tiga orang yang *_kecelik_*.
_Kecelik_ adalah istilah Jawa yang digunakan utk mengungkapkan sesuatu
yang sangat diharapkan, akan tetapi hasilnya mengecewakan.
*1. KECELIK YG PERTAMA*
*1. KECELIK YG PERTAMA*
*_Orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane ... iku kecelik_*.
"Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.
’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, *_Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_* ... Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.
"Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.
’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, *_Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_* ... Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.
Langganan:
Postingan (Atom)









