Profil

Rabu, 07 April 2010

ARTIKEL MAJELIS TAKLIM

PENGORGANISASIAN MAJELIS TAKLIM
A. Pengertian Pengorganisasian Majelis Taklim
Pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tnggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kasatuan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

Pengorganisasian atau al- thanzhim dalam pandangan islam bukan semata-mata merupakan wadah, akan tetapi lebih menekankan bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara rapi, teratur, dan sistematis.

Pada proses pengorganisasian ini akan mengasilkan sebuah struktur organisasi dan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Jadi, yang ditonjolkan adalah wewenang yang mengikuti tanggung jawab, bukan tanggung jawab yang mengikuti wewenang. Islam sendiri sangat perhatian dalam memandangan tanggung jawab san wewnang sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang mengajak para sahabat untuk berpartisipasi melalui pendekatan empati yang sangat persuasive dan musyawarah. Ada dua poin yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian, yaitu :

1) Organizational design [ desain organisasi]
2) Organizational Structure [ struktur organisasi]

Struktur oranisasi [organizational structure] adalah kerangka kerjaformal organisasi yang dengan karangka itu tugas-tugas jabatan dibagi-bagi, dikelompokan, dan dikoordinasikan. [The way in which an organization’s activities are divided organized, andcoordinated].
Ketika para manajer menyusun atau mengubah struktur sebuah organisasi, maka mereka terlibat dalam suatu kegiatan dalam desaint organisasi, yaitu suatu proses yang malibatkan keputusan-keputusan mengenai spesialisasi kerja, departemantalisasi, rantai komado, rentang kendali, sentaral dan desentralisasi, serta formalisasi. Jadi, pengorganisasian itu pada hakekatnya adalah senagai tindakan pengelompokan, seperti subjek, objek dan lain-lain.

Kata “Majelis Talim” merupankan berasal dari bahasa Arab yakni yang artinya “Tenpat Duduk”. Majelis taklim juda dapat diartikan sebagai tempat unuk melaksanakan pengaaran dan siar dakwah isalam, dapat juga sebagai tempa berkumpuln orang untuk melakujkan berbagai aktivitas dan kegiatan.

Pengertian Majlis taklim menurut Majelis taklim se-DKI Jakarta adalah “ Suatu lembaga pendidikan non formal islam yang memiliki kurikulum tersendiri, diselengarakan secara berkala dan tertur yang dikuti oeh jamaah yang relati banyak bertujuan untuk membina dan membangun hubungan yang santun antar manusia dengan ALLAH, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya dalam menbina masyarakatyang bertaqwa.
Adapun mambagi pekerjaan yang telah ditetapkan tersebut kepada para anggota organisasi sehingga pekerjaan terbagi habis kedalam unit-unit kerja. Pembagian pekerjaan ini disertai pendelegasian kewenang agar masing-masing melaksanakan tugasnya secara bertanggung jawab. Untuk mengatur urutan jalannya arus pekerjaan perlu dibuat ketentuan mengenai prosedur dan hubungan kerja antar unit. Kegiatan ini disebut dengan pengorganisasian (organizing) sebagai fungsi kedua dari manajemen.
Untuk keberhasilan suatu garakan yang melembaga sebagai organisasi, apalagi untuk melaksanakanperintah agama islam, bekerja dengan tertib merupakan hal yang mutlak. Bekerja ngawur (tidak mengarah atau acak-acakan) dan menyimpang dari peraturan merupakan faktorutama yang menyebabkan kegagalan perjuangan.Oleh karna itu, bekerja dengan tertib dan tekun, jelas motivasi dan sasaran yang akan dicapai, adalah unsure-unsur yang dijamin akan menunjang keberhasilan apabila dilakukan melalui organisasi yang baik.


2. Urgensi dan Langkah-langkah Pengorganisasian Majelis Taklim

Urgensi adalah penyatuan, pengelompokan, dan pengaturan pengurus majelis taklim untuk digerakan dalam salah satu kerja sebagaimana yang telah direncanakan. Pengorganisasian majalis taklim sangat penting karna :

Pengorganisasian merupakan syarat utama dalam manajemen
Tanpa pengorganisasian majelis taklim tidak akan berkembang
Pengorganisasian merupakan proses dari organisator
Hasil dari pengorganisasian adalah organisasi

Langkah-langkah dalam Pengorganisasian Majelis Taklim

1) Membagi dan mengelompokan aktifitas kegiatan Majelis Taklim
2) Merumuskan dan menentukan tugas serta tanggung jawab kepengurusan Majelis
Taklim
3) Memberi wewenang dan tanggung jawab penuh
4) Membantu efektifitas organisasi
5) Menciptakan jalinan kerja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar